Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SMAS St. Klaus Kuwu Gelar Trauma Healing bagi Siswa Pascagempa Flores - Nerapost

SMAS St. Klaus Kuwu Gelar Trauma Healing bagi Siswa Pascagempa Flores - Nerapost

(Sumber gambar: Dokpri Fridian Nalimen)


MANGGARAI || SMAS St. Klaus Kuwu menggelar kegiatan trauma healing bagi para siswa pada 22 September 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai sebagai upaya memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang terdampak gempa Flores.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa mengatasi rasa cemas dan trauma setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Melalui kegiatan pendampingan, para siswa diberikan ruang untuk mengungkapkan pengalaman, perasaan, serta harapan mereka mengenai masa depan.

Kepala SMAS St. Klaus Kuwu, RD. Urbanus Gara, S.Fil., M.Th., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada DP3A Kabupaten Manggarai yang telah hadir dan memberikan pendampingan kepada para siswa.

“Kami berharap dengan kehadiran Bapak dan Ibu sekalian mampu memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak serta bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A Kabupaten Manggarai, Susan Surya Sukur, S.Kep., Ns., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya membantu anak-anak secara bertahap memulihkan diri dari pengalaman traumatis akibat bencana.

“Gempa akan berlalu, tetapi jangan sampai kejadian dan trauma dari gempa mengganggu masa depan kalian,” tegasnya.

Sebanyak 215 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 106 siswa kelas XI dan 109 siswa kelas X. Para siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pendampingan dapat berlangsung secara lebih efektif.

Dalam kelompok-kelompok tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk bercerita, mengungkapkan perasaan, serta menyampaikan harapan mengenai masa depan. Pendampingan dilakukan melalui berbagai metode, seperti menggambar, bercerita, menulis, dan bermain.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Celara Meko, siswi kelas XI, mengaku merasa lebih bahagia setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya merasa bahagia dan senang karena dengan kegiatan ini perasaan cemas dalam diri saya pelan-pelan hilang. Saya juga berharap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Malfretsing Bergiano, siswa kelas XI. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk berbagi pengalaman dan mendengarkan cerita dari teman-temannya.

“Saya merasa beban dan rasa cemas dalam diri saya lebih ringan karena saya bisa bercerita dan juga mendengarkan cerita dari teman-teman lain. Untuk sekolah SMAS St. Klaus Kuwu, dalam hal ini kepala sekolah dan guru-guru, terima kasih sudah mengadakan kegiatan ini. Harapannya, semoga ruangan yang rusak dapat segera diperbaiki agar teman-teman yang belajar di tenda darurat dapat belajar lagi di dalam kelas dan semoga gempa ini segera berakhir,” ujarnya.

Selain mengungkapkan pengalaman pribadi, para siswa juga menyampaikan rasa duka dan kepedulian terhadap korban gempa. Nadya Desi, siswi kelas X, mengaku prihatin karena sejumlah temannya kehilangan rumah dan keluarga akibat bencana tersebut.

“Saya merasa sedih karena banyak dari teman-teman saya yang kehilangan rumah dan keluarga. Saya berharap gempa ini berakhir dan semoga mereka yang menjadi korban dari gempa ini diberikan kekuatan dan rezeki yang cukup,” ujarnya.

Susan Surya Sukur mengapresiasi pihak SMAS St. Klaus Kuwu yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga menilai para siswa menunjukkan partisipasi aktif dan sikap saling menghargai selama mengikuti kegiatan dalam kelompok.

“Anak-anak di sini luar biasa dan hebat. Kami berterima kasih kepada lembaga sekolah SMAS St. Klaus Kuwu karena sudah mengundang kami untuk hadir hari ini. Jika ada bantuan untuk pendampingan dan lain-lain, kami selalu siap membantu. Semoga kita bisa terus bekerja sama dan bisa bertemu kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Retna selaku Pembina OSIS SMAS St. Klaus Kuwu, mewakili para guru, menyampaikan terima kasih kepada DP3A Kabupaten Manggarai atas pendampingan yang diberikan kepada para siswa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat sikap maupun tutur kata yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu proses pemulihan psikologis siswa, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian antarsiswa di tengah situasi pascabencana.

Oleh: Fridian Nalimen

Post a Comment for "SMAS St. Klaus Kuwu Gelar Trauma Healing bagi Siswa Pascagempa Flores - Nerapost"