Kumpulan Puisi BD tentang Kenaikan Tuhan ke Surga - Nerapost
(Sumber gambar: xaveriustjk.sch.id)
Oleh: Admin
1. Tangga Keabadian
Langit tidak pernah benar-benar jauh,
ia tinggal di dalam sunyi
yang tak mampu dijangkau oleh mata manusia.
Ketika Tuhan naik ke surga,
bumi tidak kehilangan-Nya,
melainkan belajar mencari-Nya
di antara luka dan harapan.
Manusia berdiri di bawah cakrawala,
memandang awan yang bergerak perlahan,
lalu bertanya:
apakah surga sebuah tempat,
atau keadaan jiwa
yang telah bebas dari keterikatan dunia?
Kenaikan itu bukan sekadar perjalanan,
melainkan penyingkapan makna:
bahwa kehidupan tidak berhenti
pada tanah yang diinjak,
tetapi menjulang melampaui waktu,
menuju kekekalan
yang tak dapat dibinasakan maut.
2. Setelah Langit
Terbuka
Ketika Tuhan terangkat ke surga,
para murid hanya memiliki keheningan.
Dan keheningan itu lebih berat
daripada batu-batu dunia.
Mereka belajar bahwa iman
tidak selalu lahir dari penglihatan,
tetapi dari kehilangan
yang diubah menjadi pengharapan.
Langit terbuka seperti kitab purba,
menuliskan satu kalimat abadi:
bahwa manusia diciptakan
bukan untuk tinggal selamanya
di dalam debu.
Kenaikan Tuhan menjadi cermin
bagi perjalanan manusia sendiri:
naik dari keserakahan menuju kasih,
dari tubuh menuju roh,
dari kefanaan menuju terang
yang tidak pernah padam.
3. Dialog Bumi dan
Surga
Bumi bertanya kepada surga:
“Mengapa Engkau mengambil-Nya
dari pelukan manusia?”
Surga menjawab perlahan:
“Agar manusia belajar
bahwa cinta tidak bergantung
pada kehadiran tubuh.”
Maka gunung-gunung diam,
laut menahan ombaknya,
dan angin membawa doa-doa
ke tempat yang tak terlihat.
Kenaikan Tuhan mengajarkan
bahwa yang ilahi
tidak pernah benar-benar pergi.
Ia hanya berubah cara hadir:
dari yang tampak oleh mata
menjadi yang hidup
di dalam nurani manusia.
Dan sejak hari itu,
langit bukan lagi sekadar ruang,
melainkan arah
bagi jiwa yang mencari makna.
4. Filsafat Awan
Awan bergerak tanpa suara,
seperti pikiran manusia
yang selalu mencari asal-usulnya.
Ketika Tuhan naik ke surga,
manusia menyadari
bahwa hidup adalah perjalanan pulang,
bukan sekadar pengembaraan tanpa tujuan.
Segala yang lahir akan kembali,
segala yang bernapas akan diam,
tetapi cinta yang berasal dari Tuhan
tidak mengenal kematian.
Maka kenaikan itu menjadi filsafat:
bahwa tubuh dapat lenyap,
kuasa dapat runtuh,
dan zaman dapat berganti,
namun kebenaran akan terus naik
melampaui sejarah manusia.
Di antara langit dan bumi,
manusia hanyalah peziarah
yang sedang belajar
menjadi abadi.
5. Menuju Cahaya
yang Tak Terbatas
Tuhan naik ke surga
bukan untuk meninggalkan dunia,
tetapi untuk menunjukkan
bahwa dunia bukan akhir.
Manusia sering membangun rumah
di atas hal-hal fana:
harta, kuasa, dan pujian,
padahal semuanya
akan tenggelam bersama waktu.
Namun kenaikan itu berkata:
“Lihatlah lebih tinggi
daripada dirimu sendiri.”
Karena hidup bukan sekadar ada,
melainkan memahami
mengapa keberadaan diberikan.
Surga dalam filsafat iman
bukan hanya tempat sesudah mati,
tetapi kesadaran tertinggi
bahwa manusia berasal dari terang
dan akan kembali kepada terang.
Dan di bawah langit senja,
ketika doa naik perlahan,
manusia pun mengerti:
jalan menuju Tuhan
selalu dimulai
dari kerendahan hati.

Post a Comment for "Kumpulan Puisi BD tentang Kenaikan Tuhan ke Surga - Nerapost"