Kumpulan Puisi BD tentang "Percayalah Kepada-Nya dan Ia akan Bertindak" - Nerapost
(Sumber gambar: kompasiana.com)
*BD merupakan seorang biarawan misionaris dari Kongregasi SVD. Pada tanggal 15 Agustus 2025, ia mengikrarkan kaul kekal di Ledalero dengan memilih moto, “Percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak” (Mzm. 37:5). Moto yang sama kembali digunakannya saat menerima tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 di Ledalero. BD meyakini bahwa setiap kerapuhan manusia akan disempurnakan oleh Tuhan. Ketiga puisi ini merupakan hasil refleksi moto tahbisannya dan juga dari perjalanan panggilannya.
1. Patung Garam di Depan Laut
Di alun-alun kota
orang-orang membangun menara doa
dari batu, kitab, dan ketakutan.
Mereka berkata:
“Percayalah kepada-Nya,
dan Ia akan bertindak.”
Tetapi laut tetap asin,
anak-anak tetap lapar,
dan langit sibuk
menggembala asap pabrik.
Seorang pengemis tua tertawa:
“Tuhan terlalu sering dipinjam
untuk membungkam jeritan.”
Maka manusia berubah
menjadi patung garam
berdiri khusyuk,
namun perlahan larut
oleh air mata sendiri.
Barangkali yang disebut iman
bukan menunggu tangan langit turun,
tetapi keberanian
mematahkan meja-meja emas
yang menjual nama-Nya.
Karena Tuhan yang sejati
tidak tinggal di pengeras suara,
melainkan di luka
yang tak sempat disebut suci.
2. Burung Besi dan Doa yang Dipagari
Di atas kota,
burung-burung besi terbang
membawa perang
atas nama keselamatan.
Di bawahnya,
orang-orang berlutut
dengan doa yang dipagari aturan.
“Percaya kepada-Nya,” kata mereka,
“dan Ia akan bertindak.”
Namun aneh
setiap kali Tuhan dipanggil,
manusia justru saling menunjuk
siapa yang paling kafir.
Kitab menjadi cermin retak:
setiap orang melihat wajahnya sendiri
dan mengira itu wajah Tuhan.
Sementara langit diam,
mungkin muak
melihat manusia memakai surga
sebagai alasan
untuk menolak sesama.
Dan burung besi terus melintas,
seperti filsafat modern:
maju dalam mesin,
mundur dalam nurani.
3. Jam Pasir di Dalam Dada
Seorang filsuf menanam jam pasir
di dalam dadanya sendiri.
Setiap butir jatuh
adalah doa yang tak dijawab.
Ia berjalan di pasar,
melihat orang menjual iman
dalam kemasan diskon dan slogan.
“Percaya kepada-Nya
dan Ia akan bertindak.”
Kalimat itu dipasang
lebih tinggi dari harga beras.
Tetapi waktu mengajarkan ironi:
yang paling sering bicara tentang Tuhan
kadang paling takut
melihat penderitaan secara langsung.
Mereka sibuk menunggu mukjizat
sambil menutup pintu
bagi manusia yang menggigil.
Maka sang filsuf berkata:
“Mungkin Tuhan bertindak
melalui tangan yang berani kotor,
bukan melalui mulut
yang terlalu suci.”
Lalu ia memecahkan jam pasir itu.
Dan untuk pertama kalinya,
waktu tidak jatuh ke bawah
melainkan menyebar
ke seluruh luka manusia.

Post a Comment for "Kumpulan Puisi BD tentang "Percayalah Kepada-Nya dan Ia akan Bertindak" - Nerapost"