Asistensi Natal Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng di Stasi Wae Cepang: Implementasi Pastoral Kontekstual dan Integral dalam Semangat Sinode III – Nerapost
(Foto: Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng sedang berpose bersama setelah kegiatan|| Potret Renaldis Nemas)
Narang || Rangkaian
asistensi Natal Mahasiswi STIPAS St. Sirilus Ruteng di Stasi Stela Maris Wae Cepang, Paroki Narang, merupakan implementasi konkret pendekatan pastoral
kontekstual dan integral sebagaimana direkomendasikan oleh Sinode III Keuskupan Ruteng. Kegiatan
ini berlangsung dalam konteks tahun
terakhir pelaksanaan visi, misi, dan program Sinode III, yang secara
resmi berakhir pada tahun 2025
dan akan dievaluasi dalam Sesi Pertama
Sinode IV Keuskupan Ruteng pada 5–8 Januari 2026.
Kehadiran para mahasiswi STIPAS di Wae Cepang tidak
hanya diarahkan pada dukungan teknis bagi perayaan liturgi Natal, tetapi pada
upaya menghadirkan Gereja yang menyatu dengan kehidupan umat melalui integrasi liturgi, kepedulian sosial,
keprihatinan ekologis, dan penguatan hidup menggereja. Dalam hal ini,
asistensi menjadi salah satu potret konkret praktik pastoral yang dapat dibaca
sebagai bahan refleksi menuju Sinode IV.
Kelompok asistensi ini terdiri dari 40 orang mahasiswi STIPAS, tanpa satu
pun mahasiswa laki-laki. Dengan berbekal niat, semangat pelayanan, dan
keterlibatan penuh, para mahasiswi hadir bukan sebagai “petugas kegiatan”,
melainkan sebagai subjek pastoral
yang belajar berjalan bersama umat selama masa asistensi 23–26 Desember 2025.
Dalam Khotbah Malam Natal, Romo
Julivadis Tanto selaku dosen STIPAS St. Sirilus Ruteng menegaskan bahwa afirmasi teologis atas praktik
pastoral yang dijalankan para mahasiswi. Ia menegaskan “Firman Allah telah
menjadi Manusia dan tinggal di antara kita” sejalan dengan pendekatan
pastoral Sinode III yang menekankan kehadiran, kesederhanaan, dan relasi yang
memanusiakan.
Romo Julivadis menekankan bahwa Natal mengajak umat
untuk menemukan Tuhan dalam kehidupan keluarga dan relasi sehari-hari, serta
menghindari sikap mudah menghakimi sesama. Setiap orang berharga di mata Tuhan
dan dipanggil untuk saling menghargai. Pesan ini mengafirmasi arah kegiatan
asistensi yang berfokus pada kehadiran, penerimaan, dan solidaritas.
Sedangkan pada perayaan Hari Raya Natal (25/12/2025 dipimpin oleh Pastor Paroki Narang, RD. Stef Sawu. Seusai perayaan Ekaristi
dilanjutkan dengan pembagian sembako
bagi 35 keluarga rentan dan miskin di wilayah stasi. Kegiatan ini di
bawah koordinasi Bapak Gatot, selaku
Ketua Seksi Caritas dan PSE Paroki
Narang yang bekerjasama dengan kelompok
Mahasiswi Asistensi STIPAS.
Setiap keluarga menerima 10 kg beras dan dua kaleng ikan sarden. Aksi berbagi ini menjadi
perwujudan nyata pastoral integral, di mana perayaan iman berlanjut dalam
tindakan solidaritas konkret terhadap umat yang membutuhkan.
Selain itu pada Rabu (24/12/2025), para mahasiswi
STIPAS bersama Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Wae Cepang melaksanakan penanaman 24 pohon pucuk merah di
sekitar lingkungan gereja. Bibit pohon dibawa oleh para mahasiswi sebagai
simbol komitmen merawat bumi sebagai rumah bersama.
Ibu Dila selaku koordinator mahasiswi menjelaskan bahwa
kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran umat untuk menjaga lingkungan
hidup sebagai bagian dari tanggung jawab iman. “Iman yang dirayakan perlu
diwujudkan dalam kepedulian terhadap kehidupan dan ciptaan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan asistensi dilengkapi dengan kunjungan dari rumah ke rumah dalam Komunitas
Basis Gerejani (KBG) Benteng pada hari raya Natal. Kelompok mahasiswi
yang dikoordinatori Putry
bersama rekan-rekannya mengunjungi rumah-rumah umat untuk menyampaikan ucapan
Selamat Natal dan membangun relasi personal dengan keluarga-keluarga. Meski
cuaca panas khas wilayah pesisir Wae Cepang cukup terasa, semangat pelayanan
tetap terjaga.
Salah satu warga KBG, Ibu Hermina menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia
menyebutnya sebagai kunjungan Natal pertama di KBG mereka dan menilai kegiatan
tersebut sederhana namun bermakna karena menghadirkan sapaan dan kehadiran
nyata Gereja.
Seluruh rangkaian asistensi Natal ini mulai dari liturgi,
aksi sosial, kepedulian ekologis, dan kunjungan KBG menjadi gambaran konkret
bagaimana visi, misi, dan program
Sinode III Keuskupan Ruteng diimplementasikan secara kontekstual dan integral
hingga tahun terakhir pelaksanaannya, sekaligus menjadi bahan refleksi penting bagi proses
evaluasi dan pembaharuan pastoral dalam Sinode
IV Keuskupan Ruteng yang akan datang.

Terimakasih untuk semua hal baik yang kami terima dari Romo Tanto dan mahasiswi STIPAS. Kami bahagia karena kalian datang ke Stasi wae cepang membawa sukacita Natal yg penuh kegembiraan. Mulai dari koor, tanam pucuk merah keliling ke rumah-rumah, membagi sembako. Semoga penziarahan kita menuju Betlehem penuh sukacita dan berkat-Nya. Berkah dalem
ReplyDelete