Inti Pemikiran Slavoj Žižek tentang Ideologi, Psikoanalisis dan Kritik Kapitalisme Kontemporer - Nerapost
(Sumber gambar: tcdecker.com)
1. Pendahuluan
Sejak akhir abad ke-20, Žižek muncul sebagai figur sentral
dalam teori kritis Eropa. Ia dikenal karena pendekatan interdisipliner yang
menggabungkan filsafat, psikoanalisis, teori film, dan politik radikal. Berbeda
dari Marxisme ortodoks, ia menghidupkan kembali dialektika melalui pembacaan
kreatif atas Hegel dan Jacques Lacan. Tujuan artikel ini adalah menguraikan
struktur konseptual utama pemikiran Žižek secara sistematis dalam konteks
filsafat politik dan teori ideologi kontemporer.
2. Fondasi Teoretis: Hegel, Marx, dan Lacan
2.1 Hegelianisme Radikal
Žižek mereinterpretasi Hegel bukan
sebagai filsuf sintesis harmonis, melainkan sebagai pemikir kontradiksi
internal. Dialektika dipahami sebagai gerak negatif yang tak pernah mencapai
rekonsiliasi final. Realitas bersifat antagonistik dan terbentuk melalui
ketegangan. Ia menolak pembacaan Hegel yang terlalu sistematis dan menekankan
dimensi “negativitas” sebagai inti ontologis.
2.2 Marx dan Kritik Ideologi
Dalam tradisi Marx, Žižek memperluas
konsep ideologi. Ideologi bukan sekadar “kesadaran palsu,” melainkan struktur
simbolik yang membentuk cara subjek menikmati (jouissance) realitas sosial. Ia
terkenal dengan rumusan paradoksal: “Mereka tahu apa yang mereka lakukan,
tetapi tetap melakukannya.” Artinya, ideologi modern tidak bekerja melalui
ketidaktahuan, melainkan melalui sinisme yang terorganisir.
2.3 Psikoanalisis Lacanian dan Konsep Subjek
Mengikuti Lacan, Žižek memahami
subjek sebagai “kekurangan” (lack) yang terstruktur oleh bahasa (tatanan
simbolik). Subjek tidak pernah sepenuhnya utuh; ia terbentuk melalui trauma dan
ketidaksadaran. Konsep penting:
- The
Real: dimensi yang tidak dapat sepenuhnya
disimbolkan.
- Symbolic
order: struktur bahasa dan norma
sosial.
- Imaginary: ranah identifikasi dan citra diri.
Žižek menggunakan kerangka ini untuk
membaca fenomena politik dan budaya populer.
3. Ideologi sebagai Fantasi
Salah satu kontribusi terbesar Žižek
adalah redefinisi ideologi sebagai fantasi sosial. Ideologi bukan hanya sistem
gagasan, melainkan mekanisme yang memberi struktur pada hasrat kolektif. Fantasi
berfungsi:
- Menutupi antagonisme sosial
(misalnya konflik kelas).
- Memberikan narasi kohesif bagi
tatanan sosial.
- Memungkinkan subjek “menikmati”
sistem yang menindasnya.
Contoh analisisnya meliputi film
Hollywood, iklan, hingga wacana multikulturalisme.
4. Kritik terhadap Kapitalisme Global
Žižek melihat kapitalisme
kontemporer sebagai sistem yang mampu menyerap kritik dan menjadikannya
komoditas. Kapitalisme bukan hanya sistem ekonomi, tetapi struktur ideologis
global. Ia menyoroti:
- Fetisisme komoditas dalam
bentuk baru (konsumsi etis, green capitalism).
- Ilusi pilihan dalam demokrasi
liberal.
- Fragmentasi identitas yang
mengalihkan perhatian dari antagonisme kelas.
Menurutnya, krisis ekologi dan
ketimpangan global menunjukkan batas internal kapitalisme.
5. Konsep Kekerasan
Dalam karyanya tentang kekerasan,
Žižek membedakan:
- Kekerasan
subjektif (tampak, fisik)
- Kekerasan
simbolik (bahasa, wacana)
- Kekerasan
sistemik (struktur ekonomi-politik)
Ia menekankan bahwa kekerasan
sistemik sering tak terlihat namun lebih fundamental. Fokus berlebihan pada
kekerasan langsung dapat menutupi struktur penindasan yang lebih dalam.
6. Politik Emansipatoris dan Tindakan
Žižek tidak menawarkan program
politik praktis yang rinci, tetapi menekankan pentingnya “tindakan radikal”
yang mengganggu tatanan simbolik. Ia menghidupkan kembali konsep komunisme
sebagai nama bagi proyek universal melampaui kapitalisme.
Namun, komunisme dalam versinya
bukan model negara tertentu, melainkan prinsip egalitarian radikal yang
terbuka.
7. Metodologi dan Gaya Argumentasi
Žižek dikenal dengan gaya provokatif
dan penggunaan budaya populer (film, lelucon, anekdot) sebagai medium analisis
filosofis. Strategi ini bukan sekadar retoris, tetapi menunjukkan bahwa
ideologi bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatannya bersifat:
- Dialektis
- Interdisipliner
- Paradoxical
Ia sengaja mempertahankan
kontradiksi untuk menghindari reduksi simplistik.
8. Kritik terhadap Žižek
Beberapa kritik akademik menyatakan
bahwa:
- Argumennya kurang sistematis.
- Kurang memberikan solusi
konkret.
- Cenderung spekulatif.
Namun demikian, pengaruhnya dalam
teori budaya, studi film, dan filsafat politik tetap signifikan.
Inti pemikiran Slavoj Žižek terletak pada rekonstruksi teori ideologi melalui sintesis Hegelianisme, Marxisme, dan psikoanalisis Lacanian. Ia menunjukkan bahwa ideologi modern bekerja melalui fantasi dan kenikmatan, bukan sekadar ilusi kognitif. Kritiknya terhadap kapitalisme global dan demokrasi liberal membuka ruang refleksi mengenai kemungkinan politik emansipatoris baru. Dengan demikian, Žižek merepresentasikan bentuk materialisme dialektis kontemporer yang menekankan antagonisme, negativitas, dan keberanian untuk memikirkan kembali proyek universalitas di era pasca-ideologis.

Post a Comment for "Inti Pemikiran Slavoj Žižek tentang Ideologi, Psikoanalisis dan Kritik Kapitalisme Kontemporer - Nerapost"